Pemikiran siang itu

Kamu bisa bahasa inggris g?
G bisa, kan aku bukan orang inggris dengan ekspresi yang lugu anak sd tersebut menjawab pertanyaan temannya. Kebetulan saya yang mendengarnya menahan tawa dan hanya tersenyum. Mungkin kalo itu pembicaraan orang dewasa pasti berlanjut dengan argumen "memangnya kalo bukan orang inggris gak bisa bahasa inggris gak boleh belajar bahasa inggris? Kan penting belajar bahasa inggris, untuk bisa menyesuaikan dengan bahasa internasional yang dipakai masyarakat global. Atau alasan-alasan lain tentang betapa pentingnya bahasa inggris" tapi bukan hal itu yang menjadi bahasan saya. Ada hal yang membuat saya berpikir, ketika bocah tersebut menyatakan bahwa "kan aku bukan orang inggris" memang benar kita bukan orang inggris dan kenapa kita harus belajar bahasa inggris sedangkan bahasa kita sendiri belum kita kuasai sepenuhnya, jadi memang masuk akal ketika seorang anak kecil mengatakan aku kan bukan orang inggris. Penanaman pengertian seperti ini yang diperlukan mengakui bahwa kita bukan orang lain kita adalah kita, bangsa yang besar, bangsa yang memiliki keragaman budaya dan bahasa. kita seperti menginjak-injak harga diri kita sendiri ketika mengagungkan  budaya dan bahasa milik bangsa lain. Bukan berarti anti, hanya saja kita terlalu terbutakan, kita terlalu melihat keluar hingga buta dengan yang ada di dalam negeri kita. kita ini keterlaluan, saya pun begitu, isi seluruh negeri saja belum tahu tapi bermimpi menaklukan dunia.




Posting Komentar

0 Komentar